5 Tips Mudah Membuat Website Bagi Pemula

Website adalah halaman yang memuat informasi saat seorang pengunjung mengaksesnya baik melalui mesin pencari maupun membuka link secara langsung.

Informasi yang dimuat tergantung dari jenis website itu sendiri, saat ini ada berbagai macam jenis website yang dibuat oleh orang-orang.

Dari website pendidikan sampai kesehatan, termasuk permainan, berita, hingga pemerintahan banyak dikunjungi saat ini.

Setiap harinya, ada website baru yang diluncurkan dengan tujuan yang berbeda-beda.

Kalian juga bisa membuat website, caranya sangat mudah dan tidak perlu mengerti bahasa pemograman sama sekali.

Apabila bingung dan tidak tahu harus memulai dari mana, silahkan baca sampai habis artikel ini karena berisi beberapa tips dalam membangun website.

Berikut adalah beberapa hal yang saya gunakan saat membuat sebuah website:

1. Cari Tujuan Membuat Website

Langkah pertama dan terpenting adalah menentukan apa sih yang ingin dicapai dengan membuat website ?

Berbagai alasan dari ingin memasarkan produk jualan, website perusahaan, ingin membuat portofolio, ingin membuat blog, ingin membuat online shop, dan masih banyak lagi.

Kalau saya, saat membuat situs HobiKetik ini, hanya sebagai sebuah blog yang berisi berbagai topik, sesuai namanya saya mempunyai hobi mengetik.

Salah satu cara menyalurkannya adalah dengan menulis artikel, blog ini adalah blog ke 4 saya, sehingga masih sangat baru dan belum mempunyai banyak konten.

Apakah sudah ketemu tujuannya ?

Apabila belum atau masih bingung, coba tulis beberapa hal yang menginspirasi kalian sampai ingin membuat website.

Mungkin kalian menemukan sebuah website keren, kemudian berpikir “Oh, saya juga mau membuat yang seperti ini.”

Bisa dimulai dari hobi kalian, apabila suka memasak, maka bisa coba membuat website resep masakan, apabila suka travelling, maka bisa membuat blog travelling kalian.

Bisa juga membuat blog untuk diary atau jurnal pribadi kalian sendiri.

Jika belum bisa menemukan tujuannya, sebenarnya tidak masalah, siapa tahu saat website sudah jadi barulah menemukan inspirasi.

Namun hati-hati karena apabila nantinya masih blank, yang ada malah websitenya terbengkalai.

2. Mencari Nama Domain

Buat yang belum tahu apa itu domain, penjelasan singkatnya adalah alamat sebuah website.

Ketika seseorang mengakses domain website, maka otomatis akan terbuka halaman yang dituju.

Contoh domain adalah: www.facebook.com, www.youtube.com, www.twitter.com.

Adapun ekstensi domain yang lain seperti .net, .org, .tv, dan lain-lain. Harganya berbeda-beda pula saat melakukan perpanjangan.

Saran saya adalah gunakan yang umum yaitu .com dengan harga sekitar Rp 125.000 (tergantung penyedia).

Nah, apabila tujuan kalian sebelumnya sudah jelas ingin membuat website apa, biasanya akan sangat membantu dalam menentukan nama domain.

Kalau saya sendiri, dari nama HobiKetik saya tambah kan domain .com maka jadilah www.hobiketik.com yang kalian kunjungi saat ini.

Banyak website besar yang menggunakan nama domain sesuai dengan tema yang dibahas dalam situs mereka.

Bisa menggunakan kata yang sudah ada maupun membuat kata sendiri, bisa juga menggunakan generator untuk menemukan nama yang unik.

Pastikan nama domain unik dan belum dipakai orang lain untuk menghindari copyright dan membuat pengunjung bingung.

Domain yang kalian sewa umumnya akan berlaku selama 1 tahun, apabila sudah mendekati kadaluarsa, maka bisa melakukan perpanjangan lagi.

Kalian bisa mengecek dan membeli domain dariĀ https://www.niagahoster.co.id/domain-murah

3. Memilih Platform Website

Platform website ada sangat banyak, umumnya terbagi dari CMS, HTML, dan Builder.

Kalau untuk HTML sendiri, maka kita harus bisa menguasai pemograman atau coding untuk membangun website dari nol. Cocok bagi yang memang mengerti pemograman.

Untuk website Builder, ini merupakan versi mudah dalam membuat website, hanya perlu menekan tombol dan mengikuti petunjuk, maka website sudah jadi. Contohnya adalah Wix, Weebly, Squarespace.

Sedangkan CMS adalah Content Management System, yang artinya secara singkat adalah alat untuk membantu mengurus konten pada sebuah situs.

Dengan adanya CMS, maka sebagian besar aktivitas mengelola website akan dipermudah, karena pengaturannya sudah berbentuk interface atau menu yang memudahkan pengguna dalam mengakses berbagai fitur.

CMS yang paling popular saat ini adalah WordPress, blog ini juga menggunakan itu, termasuk ribuan website lainnya (lebih dari 40% website dunia).

Beberapa alternatif yang juga tidak kalah menarik adalah Drupal dan Joomla.

Ada juga versi gratisan yaitu Blogger dengan domain namaweb.blogspot.com (bisa diganti menjadi namaweb.com juga) yang banyak digunakan.

Dengan menggunakan WordPress, kalian bisa membuat berbagai jenis website, baik itu toko online, landing page, portofolio, membuat forum, dan masih banyak lagi (tidak hanya blogging saja).

Kelebihan WordPress yang lainnya adalah mendukung banyak plugin yang membantu kita dalam mengurus website,

4. Mencari Hosting Website

Apabila sudah menentukan ingin menggunakan platform apa, tips selanjutnya adalah mencari hosting. Kenapa begitu ?

Jawabannya adalah agar bisa lebih leluasa mengatur website yang kita bangun atau biasanya disebut self-hosted.

Hosting bisa diibaratkan rumah bagi website kita, sehingga semua data website akan tersimpan didalamnya.

Apabila tidak menggunakan self-hosted, kemudian menggunakan versi gratisan seperti wordpress.com dan Blogger, maka kita tidak mempunyai akses penuh 100% terhadap website kita (bisa dihapus secara sepihak).

Istilahnya kalau versi gratisan itu kita menumpang tinggal bersama orang lain.

Dengan menggunakan hosting sendiri (self-hosted), maka kita bisa mengatur berbagai hal seperti database website, file yang ingin diupload, dan lain-lain.

Untuk menyewa hosting, maka harus mengeluarkan biaya. Namun jangan khawatir karena saat ini sudah banyak penyedia jasa hosting lokal yang menawarkan harga cukup murah.

Salah satu penyedia nya adalah https://www.niagahoster.co.id/wordpress-hosting yang menyediakan berbagai pilihan hosting.

Oh iya, hosting bukan hanya untukĀ  WordPress saja, melainkan platform lain seperti Drupal dan Joomla juga memerlukan hosting apabila ingin self-host.

Pilih sesuai dengan kebutuhan kalian, saran saya apabila masih baru dan ingin memulai website, maka sewa paket yang paling murah terlebih dahulu, supaya tidak mubajir dan nantinya juga bisa diupgrade apabila dirasa kurang.

5. Melakukan Optimasi Website

Setelah membeli domain, menemukan platform, menyewa hosting, kemudian website sudah aktif dan bisa dikunjungi, tips selanjutnya adalah melakukan optimasi website kalian.

Optimasi website sangatlah banyak, tujuannya juga berbeda-beda, ada yang membuat website muncul dihalaman pertama saat dicari (SEO).

Ada yang ingin agar loading menjadi ringan dan cepat, ada pula yang melakukan desain agar terlihat lebih elegan dan nyaman bagi pengunjung.

Kalau saya sendiri, akan membahas lebih ke SEO, karena biasanya saya lakukan pada blog-blog saya.

Apabila kalian masih baru banget, maka tidak perlu terlalu fokus terhadap optimasi yang mendalam, bisa melakukan optimasi sederhana seperti:

  • Mendaftarkan Situs pada Google Search Console

Yang bertujuan agar website kalian bisa muncul saat dicari melalui mesin pencari Google.

Caranya cukup mudah, kunjungi https://search.google.com/search-console/ dan login menggunakan akun Google kalian, kemudian cukup melakukan submit Sitemap dari sana.

Setelah selesai melakukan submit, maka hanya perlu dibiarkan saja.

Nantinya setiap ada konten yang baru, robot Google akan otomatis merayapi website dan melakukan indexing.

  • Menggunakan Tema Ringan dan Responsive

Supaya saat pengunjung membuka situs kalian tidak lama dan langsung pergi, contoh tema ringan yaitu seperti yang saya gunakan saat ini yaitu Iconic One Pro.

Ada banyak tema ringan lainnya dari yang gratis hingga berbayar.

Pastikan tema tersebut responsive, yang artinya saat diakses dari berbagai jenis perangkat berbeda ukuran layar, website kalian masih bisa nyaman digunakan tanpa ada bagian yang hilang.

  • Menggunakan Gambar yang Ringan

Apabila artikel yang kalian buat memerlukan gambar, maka pastikan gambarnya jangan terlalu besar dan berat karena akan memperlambat akses pengunjung.

Apabila menggunakan WordPress, maka akan ada plugin yang bisa membantu mengurangi ukuran gambar tanpa mengorbankan kualitas (Smush).

Sebenarnya masih banyak optimasinya, namun apabila dibahas disini akan terlalu panjang.

Bagi teman-teman yang masih pemula, cukup melakukan optimasi diatas, kemudian pelajari perlahan-lahan optimasi lain seiring berkembangnya website kalian.

Penutup

Itulah beberapa tips yang bisa saya bagikan untuk membuat website, semoga teman-teman yang ingin membangun atau masih merencanakan website baru bisa terbantu dengan artikel ini.

Apabila website sudah aktif, maka bisa mengisi konten-konten yang kalian inginkan misalnya blog, website resep makanan, dan lain-lain.

Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih.

Leave a Comment